Aneka Jajanan Tradisional Khas Nusantara

hiperbotanic – Indonesia merupakan negara multi culture kaya akan makanan tradisional yang sejak dulu sudah turun-temurun. Hampir setiap daerah memiliki jajanan khas daerah, disisi lain dari segi bahan dan cara membuat tergolong cukup mudah, karena bahan-bahan yang dibutuhkan-pun biasanya cukup mudah didapat.

Dikutip dari laman detik food, menurut pakar senior kuliner Prof Dr Ir Murdijati Gardjito membuktikan bahwa kuliner indonesia itu jumlahnya ribuan dan terus berkembang. Dalam penelitian tersebut terdapat 3.259 yang namanya sudah diketahui, lain lagi yang namanya belum diketahui.

Varian kue tradisional indonesia cukup beragam, ada rasa yang manis, gurih dan ada juga rasanya asin. Kue tradisional dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas daerah, dan dapat juga disuguhkan dalam berbagai kesempatan seperti arisan, kegiatan seminar, hingga panganan gubuk dalam pesta pernikahan.

Meski jajanan khas daerah masih banyak diminati, tidak sedikit panganan tradisional ini hilang akibat serbuan makanan atau jajanan siap saji yang marak belakangan. Bila anda merupakan satu dari sekian banyak orang suka terhadap jajanan tradisional ini, berarti anda turut melestarikan kue tradisional nusantara.

Berikut beberapa contoh jajanan tradisional yang masih banyak digemari orang

  • Kue Pancong

Kue pancong merupakan jajanan khas betawi yang terbuat dari tepung terigu, telur ayam, mentega dan gula pasir, selanjutnya dicampur menjadi satu. Kue pancong memiliki rasa yang manis dan warna yang khas.

Agar tampilan terlihat lebih menarik, biasanya dibuat tambahan berupa toping diatasnya seperti keju, cokelat, kacang tanah, atau selai dengan berbagai rasa.

  • Kue Bugis

 Merupakan salah satu jajanan pasar hingga saat ini masih banyak digemari orang. Kue bugis merupakan jajanan khas yang berasal dari kepulauan seribu. Bahan utama dalam pembuatannya adalah ketan hitam atau ketan putih, ditambah bahan pewarna makanan. Sedangkan bagian dalamnya diisi gula merah atau kelapa parut. Di sumatra jenis jajanan ini disebut sebagai “lapek bugis” atau lepat bugis.

  • Lepet

 Hampir semua orang mengenal jenis jajanan ini karena cukup populer di setiap daerah. Dari segi nama penyebutannya juga hampir sama yakni lepet atau leupeut.

Lepet merupakan jajanan tradisional yang sering ditemukan dilingkungan masakan jawa dan sunda. Bahan utama dalam pembuatan lepet adalah beras ketan dicampur dengan kacang, dimasak dalam santan, selanjutnya dibungkus menggunakan daun janur.

lepet
  • Lumpia

 Merupakan kudapan gurih yang hampir semua orang mengenalnya. Kue lumpia banyak dijajakan dipinggir jalan, di pasar, hingga di dalam mall. Di indonesia Asal kue lumpia adalah semarang, jawa tengah. Bahan utama pembuatan lumpia adalah tepung gandum atau terigu, telur ayam, minyak goreng, garam, dan air.

lumpia
  • Lemper

 Adalah jajanan yang terbuat dari ketan, sedangkan bagian isi biasanya berupa abon atau suwiran ayam yang dibungkus dengan daun pisang.

Panganan tradisional ini cukup populer dan  mudah ditemukan di daerah Yogya, dan Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ciri khas dari makanan ini adalah digulung dengan daun pisang. Bahan utama membuat lemper adalah beras ketan, santan kelapa, lada, garam, gula, daun jeruk, daun salam, serai. dan dada ayam.

lemper
  • Klepon

 Klepon salah kudapan yang kerap dijual dipasar tradisional dan selalu ramai pembelinya. Bahan utama memmbuat kue klepon adalah beras ketan, tepung beras, daun pandan, kelapa parut, gula merah, gula pasir, dan air secukupnya. Di indonesia, kue klepon juga ditemukan di berbagai negara seperti malaysia dan singapura

kue klepon
  • Serabi

 Jajanan tradisional ini cukup populer tidak hanya di pasar tradisional akan tetapi serabi juga mudah ditemukan dimana-mana seperti mall, cafe bahkan direstoran. Pada awalnya serabi merupakan makanan khas sunda, Nama serabi sendiri berasal dari bahasa sunda yang artinya “besar”. Kini jajanan serabi cukup terkenal di beberapa daerah seperti bandung, solo dan sumatera.

Serabi memiliki dua varian yakni serabi manis dengan bahan gula merah, dan serabi asin dengan taburan oncom yang dibumbui diatasnya. Bahan dasar pembuatan serabi adalah tepung beras, santan kelapa, daun pandan, garam, gula pasir, gula merah, dan air.

Seiring perkembangannya, kue serabi terus di inovasi untuk menarik calon pembeli dengan menambahkan berbagai toping seperti sosis keju atau mayones.

  • Kue Lumpur

 Disebut sebagai kue lumpur karena teksturnya kenyal dan licin seperti lumpur. Jajanan ini tergolong dalam  kue basah. Asal-usul kue lumpur awalnya mulanya berasal dari Jawa Tengah tepatnya Sidoarjo.  Bahan utama membuat kue lumpur adalah santan kelapa, kentang, tepung terigu & telur. Untuk menguatkan aromanya biasanya ditambahkan vanila dan diberi kismis dan kelapa muda iris sebagai hiasan.

kue lumpur
  • Naga sari

Naga sari Salah satu jajanan tradisional yang cukup populer dengan ciri khas selalu dibungkus menggunakan daun pisang. Bahan utama membuat kue basah ini adalah tepung beras, tepung maizena, gula pasir, daun pandan, santan kelapa, vanili bubuk, buah pisang, dan daun pisang.

Jajanan kue basah ini konon katanya berasal dari Jawa Barat, tepatnya Indramayu

naga sari
  • Kue Lapis

 Disebut sebagai kue lapis, karena cara pembuatannya selapis demi selapis dan bentuk kuenya sendiri berlapis dan bermacam warna. Bahan utama membuat kue lapis adalah tepung beras, tepung kanji, santan kelapa, gula pasir, garam & pewarna.

Jajanan ini masuk kedalam kue basah. Kue lapis menjadi salah satu kue  khas tradisional yang sering ditemukan dipasar. Kue lapis  memiliki cita rasa yang enak dengan tekstur yang lembut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *