pengertian sampah

Sampah

 Sepertinya persoalan tentang sampah tidak pernah ada habis-habisnya untuk dibicarakan. Pasalnya jumlah produksi sampah setiap harinya begitu tinggi, untuk satu Provinsi DKI saja produksi sampah perhari mencapai 7000 ton. Dari jumlah tersebut 1900 sampai 2000 ton terdiri dari sampah plastik.

Tingginya produksi sampah plastik tidak lepas dari penggunaan kantong plastik atau kemasan makanan/minuman sekali pakai langsung buang. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai di dalam tanah bahkan membutuhkan ratusan tahun agar terurai.

Untuk menghindari penumpukan sampah yang jumlahnya terus meningkat maka perlu dilakukan proses daur ulang dan mengurangi penggunaan kantong plastik atau kemasan plastik sekali pakai.

Pengertian Sampah

Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak memiliki mutu atau manfaat dan dibuang si pemilik atau pemakai sebelumnya, akan tetapi bagi sebagian orang masih dapat digunakan jika dikelola sesuai dengan prosedur yang benar.

Sedangkan menurut wikipedia sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.

Dari segi bentuk umumnya sampah dapat berupa sisa makanan, daun-daunan, ranting pohon, kertas, plastik, kain bekas, kaleng-kalengan, debu sisa penyapuan, dsb (SNI 19-2454-1993).

Sedangkan sampah padat adalah semua yang termasuk barang yang sisa yang ditimbulkan dari suatu aktivitas manusia maupun binatang yang secara normal padat & dibuang ketika tidak di inginkan /dikehendaki lagi atau sia-sia )Tchobanoglous, G dkk 1993).

Jenis Sampah

lihat juga:

Pengertian, jenis dan karakteristik limbah

Jenis jenis sampah menurut panji Nugroho dikelompokkan menjadi beberapa jenis:

Berdasarkan sumbernya

  1. Sampah alam

Merupakan sampah yang berasal dari proses alam yang dapat di daur ulang alami, misalnya daun-daunan kering yang terdapat dihutan yang terurai kembali menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering dilingkungan permukiman.

  1. Sampah manusia (human waste)

Merupakan istilah yang biasa digunakan terhadap hasil pencernaan manusia seperti, feses dan urin. Jenis sampah ini akan mengganggu kesehatan karena dapat dijadikan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan oleh virus & bakteri. Cara mengurangi resiko penularan akibat sampah manusia adalah hidup bersih dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing)

  1. Sampah konsumsi

Merupakan sampah yang berasal dari kegiatan manusia (pengguna barang), dengan kata lain sampah ini berasal dari hasil konsumsi sehari-hari. Jenis sampah ini termasuk kategori sampah umum, akan tetapi sampah ini jumlahnya masih jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan sampah sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan atau industri.

  1. Sampah industri

Merupakan bahan sisa yang dihasilkan industri melalui proses industri. Umumnya sampah yang dikeluarkan dari sebuah industri jumlah tergolong cukup  besar dan dapat dikatakan sebagai limbah. Berikut ini beberapa gambaran mengenai limbah yang berasal dari beberapa industri:

    • Limbah industri pangan (makanan) misalnya hasil ampas makan sisa produksi yang dibuang akan menimbulkan bau dan polusi bila pembuangannya tidak diikuti dengan perlakuan yang tepat.
    • Limbah industri kimia dan bahan bangunan, misalnya industri pembuat atau pengolahan minyak pelumas (oli) dalam proses pembuatannya tentu membutuhkan air dalam jumlah yang besar, dengan demikian akan mengakibatkan limbah cair yang dihasilkan dan dibuang pada lingkungan sekitar. Biasanya air hasil produksi ini mengandung zat kimia yang tidak baik bagi tubuh karena dapat membahayakan kesehatan.
    • Limbah industri logam dan elektromanika, merupakan bahan sisa seperti serbuk besi, debu & asap yang dapat mencemari udara sekitar bila tidak ditangani dengan tepat.

Berdasarkan sifatnya

  1. Sampah organik

Sampah organik  atau sampah hayati Merupakan sampah yang dapat dengan mudah hancur atau membusuk misalnya sisa – sisa makanan, sayuran, daun-daunan kering, dan lain sebagainya. Sampah organik dapat diolah lebih lanjut menjadi pupuk kompos.

  1. Sampah non organik

sampah anorganik/ non hayati merupakan sampah yang susah atau tidak dapat membusuk dalam jangka waktu yang lama, merupakan sampah yang tersusun dari senyawa nonorganik yang berasal dari sumber daya alam tidak terbaharui misalnya mineral dan minyak bumi, atau proses industri. Contoh, botol gelas, plastik, tas plastik, kaleng & logam.

Sebagian sampah non-organik ini tidak dapat diurai oleh alam dan sebagiannya lagi dapat diurai dalam waktu yang lama. Mengelola sampah anorganik berhubungan erat dengan penghematan sumber daya alam yang digunakan guna membuat bahan-bahan tersebut serta pengurangan polusi akibat proses produksinya di pabrik.

Waktu yang dibutuhkan agar sampah hancur dan membusuk menjadi tanah tergantung pada jenis sampah tersebut, bahkan terdapat sampah tidak hancur dalam jangka waktu lama.

Jenis sampah Waktu yang dibutuhkan agar sampah hancur
Kertas 2-5 bln
Kulit jeruk 6 bln
Dus karton 5 bln
Filter rokok 10-12 bln
Kantong plastik 10-20 thn
Kulit sepatu 25-40 thn
Pakaian /nylon 30-40 thn
Plastik 50-80 thn
Alumunium 80-100 thn
Styrofoam Tidak hancur

Jenis sampah anorganik

    1. Styrofoam
    2. Kertas
    3. Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) rumah tangga

Berdasarkan sifatnya

  1. Sampah padat

Merupakan bahan sisa selain kotora manusia, urine dan sampah cair. Sampah padat dapat berupa sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas, dll. Menurut bahannya jenis sampah ini dibedakan menjadi sampah organik dan anorganik.

Sedangkan berdasarkan kemampuan diurai alam (biodegradable), dibedakan menjadi:

      • Biodegradable

Merupakan sampah yang dapat diuraikan oleh proses biolog, yang dapat dibagi menjadi :

      • Recyclable merupakan sampah yang dapat di olah atau di daur ulang yang selanjutnya dapat digunakan kembali karena sudah memiliki nilai ekonomis, misalnya plastik, kertas, pakaian, dan lain-lain
      • Non – Recyclable merupakan sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis dan tidak dapat diolah atau di daur ulang lagi, misalnya tetra packs (kemasan pengganti kaleng), carbon paper, thermo coal dan lain lain.

2. Sampah cair

Adalah sampah yang berasal dari produksi dimana bahan cairannya telah digunakan dan tidak diperlukan kembali & dibuang ketempat pembuangan sampah.

    • Limbah hitam, yaitu smapah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung pentogen yang berbahaya
    • Limbah rumah tangga misalnya sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi, & tempat cucian. Sampah memungkinkan mengandung pentogen.

Lihat juga:

Mesin RO penjernih Air

Prinsip pengolahan sampah

Prinisip yang biasa diterapkan dalam pengolahan sampah adalah prinisp 5 M (Panji Nugroho, 2013):

  1. Mengurangi (reduce)

Mengurangi penggunaan barang- barang yang habis digunakan menimbulkan sampah. Semakin banyak sampah yang terbuang makan semakin banyak sampah yang menumpuk

  1. Menggunakan kembali (reuse)

Mengupayakan untuk mencari barang-barang yang dapat digunakan kembali, serta menghindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai untuk memaksimalkan umur suatu barang

  1. Mendaur ulang kembali (recucle)

Selain menemukan barang yang dapat digunakan kembali, dapat juga mencari barang yang dapat di daur ulang kembali, dengan demikian barang tersebut dapat dimanfaatkan kembali bukan sebaliknya menjadi sampah.

  1. Mengganti (replace)

Metode ini dapat diterapkan dengan cara melakukan pengamatan disekitar. Mengganti barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan dan dapat digunakan secara berulang serta ramah lingkungan.

  1. Menghargai (respect)

Yang terakhir menerapkan rasa kecintaan terhadap alam, dengan demikian akan menimbulkan sikap bijaksana sebelum memilih.

Pengolahan sampah

Sampah dibiarkan menupkkan akan menimbulkan masalah, terlebih terhadap kesehatan, karena dari sampah tersebut akan muncul mikroorganisme penyebab penyakit (bakteri patogen), jadi sampah harus benar-benar harus diolah agar tidak minimbulkan masalah ditengah masyarakat.

Ada berbagai cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi dampak negatif dari sampah:

    1. Penumpukkan

Menumpuk sampah hingga membusuk, sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos.

    1. Pembakaran

Cara yang paling umum dilakukan dalam mengurangi sampah, bahkan di berbagai TPA metode ini kerap dipakai pemerintah. Kelemahan dari sistem pembakaran ini adalah tidak semua sampah habis dibakar

    1. Sanitary Landfill

Metode penerapannya adalah embuat lubang baru untuk mengubur sampah. Metode ini sering dilakukan pemerintah untuk mengurangi jumlah sampah.

    1. Pengomposan

Metode ini sangat di anjurkan karena berdampak positif dan menghasilkan barang manfaat dari sampah yang berguna bagi lingkungan dan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *